Tips: Buat Backpacker yang Mau Berlibur ke Pangalengan

By on September 11, 2014
tumb

Oleh: Bintang Mian

[UNIKNYA.COM] Pembaca setia uniknya.com, sebelumnya dalam laman ini sudah dibahas tips bagi para backpackers yang akan menikmati liburan di Ciwidey. Nah, kali ini tips menikmati keindahan alam di kawasan Bandung Selatan akan kita lanjutkan. Dan kawasan yang akan kita datangi adalah Pangalengan.

Masih seperti Ciwidey, Pangalengan juga merupakan kawasan yang berada di ketinggian sekitar 1600 meter di atas permukaan laut. Sudah pasti dong cuacanya dingin. Apalagi jika musim hujan, jangan pernah deh, datang gak bawa jaket.

Bagi yang berada jauh dari Kota Bandung, untuk bisa tiba di Pangalengan pastikan tiba di Terminal Leuwipanjang, atau sub-terminal Kebon Kalapa. Untuk yang pertama kali datang di Terminal Cicaheum bagi backpacker yang berasal dari arah timur, cukup dengan naik angkutan kota (angkot) untuk tiba di sub-terminal Kebon Kalapa dengan trayek Cicaheum-Kebon Kalapa. Kalau yang datang dari arah barat, Terminal Leuwipanjang, tidak perlu pusing, karena dari terminal ini ada armada langsung menuju Pangalengan.

Kalau yang tiba di Stasiun Bandung, atau Stasiun Kiaracondong, juga sama harus menuju sub-terminal Kebon Kalapa. Sangat mudah juga angkot dari kedua stasiun tersebut, karena biasanya sang sopir langsung mengajak penumpang ke Kebon Kalapa. Untuk ongkos sama, Rp. 3000.

Dari sub-terminal Kebon Kalapa bisa langsung menuju Terminal Pangalengan dengan menggunakan bus ekonomi. Ongkosnya Rp. 10.000. Naik angkot juga bisa, tapi dua kali naik. Pertama dari sub-terminal Kebon Kalapa menuju terminal Banjaran, dengan ongkos Rp 5000, dan dilanjutkan dari terminal Banjaran menuju terminal Pangalengan juga ongkosnya Rp 5000. Kira-kira dari semua arah kedatangan di Bandung, menuju Pangalengan akan ditempuh dengan waktu 1,5 jam.

Sebenarnya kalau sudah tiba di terminal Pangalengan, para backpacker bisa dibilang udah nyampe. Karena 5 destinasi liburan bisa ditempuh dengan sangat mudah. Tapi apa saja 5 destinasi yang bisa dinikmati backpacker di Pangalengan tersbeut. Ini dia kelima tempat yang bisa didatangi saat mengisi liburan di Pangalengan oleh para backpacker.

1. Situ Cileunca

Tempat pertama adalah Situ Cileunca. Sebelum dikelola secara profesional, Situ Cileunca memang tempat wisata pertama yang paling terkenal di Pangalengan. Kalau para backpacker tiba pagi atau siang hari di terminal Pangalengan, asiknya sih jalan kaki aja ke Situ Cileunca. Jaraknya lumayan jauh, kurang lebih 5 kilometer. Tapi kalo pengen cepet, naik angkot juga bisa, ongkosnya Rp 3000.

Situ Cileunca sangat menarik sejak zaman dulu. Bahkan Situ Cileunca pernah dijuluki Swiss-nya Indonesia. Danau ini terlihat sangat indah layaknya pemandangan danau-danau yang ada di Swiss. Situ Cileunca berada diantara dua desa, yaitu Desa Pulosari dan Desa Wanasari.

Kini Situ Cileunca sudah dikelola lebih profesional oleh pemerintah daerah setempat. Dengan tiket masuk Rp 10000 per orang, sekarang bisa menikmati keindagan danau buatan ini dengan banyak cara. Berkeliling dengan perahu, bermain outbound, atau bermain arung jeram di Sungai Palayangan. Arus sungai ini berasal dari Situ Cileunca.

Kalau ingin bermalam di Situ Cileunca juga bisa dengan menyewa penginapan di sekitarnya. Atau jika bukan musim liburan, biasanya pihak pengelola membolehkan wisatawan camping di kawasan sekitar Situ Cileunca.

Situ Cilenca Pangalengan  (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

Situ Cileunca Pangalengan (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

2. Wisata ke Kebun Teh Malabar

Tempat selanjutnya yang tak boleh dilewatkan saat berwisata di kawasan Pangalengan yaitu mendatangai kebun teh Malabar. Di tempat ini paling enak tentunya jalan-jalan. Berjarak kurang lebih 10 kilometer dari Terminal Pangalengan, untuk menuju pintu gerbang perkebunan teh Malabar bisa menggunakan angkutan kota. Agar bisa menikmati kesejukkan perkebunan ini, setiap pengunjung harus membeli tiket masuk tidak lebih dari Rp 5000, disesuaikan dengan waktu kunjungan. Biasanya akhir pekan dan musim liburan, harga tiket masuk lebih mahal. Tapi tidak lebih dari Rp 5000 per orang.

Selain jalan-jalan menikmati kesejukkan alam di perkebunan teh Malabar, para backpacker juga bisa mengunjungi pabrik teh yang berdiri sejak zaman Belanda. Dari pabrik tua ini, tentunya kita bukan hanya tau sejarah, perkebunan teh Malabar, tapi juga cara pengolahan teh. Kualitas teh dari perkebunan Malabar merupakan salah satu yang terbaik di Dunia. Dan beberapa negara Eropa mengimpor teh Indonesia yang berasal dari perkebunan teh Malabar.

Tapi para backpacker harus bersiap-siap jika menikmati keindagan kebun teh Malabar di sore hari, karena biasanya sekitar pukul 15.00 WIB, sudah turun kabut. Dinginnya wuiihh, gak ketulungan. Kadang satu jaket saja tidak cukup menangkal dinginnya suhu di perkebunan ini.

Kebun Teh Malabar Pangalengan (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

Kebun Teh Malabar Pangalengan (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

3. Mengunjungi  Makam Bosscha

Masih bertempat di Perkebunan teh Malabar, kita juga bisa belajar sejarah lainnya, yaitu dengan mengunjungi makam Bosscha, sang pendiri perkebunan teh Malabar. Makam Bosscha yang dilahirkan dengan nama Karel Albert Rudolf Bosscha di Den Haag, Belanda pada 15 Mei 1865 ini berada di perkebunan Malabar atas permintaan dirinya sebelum meninggal. Konon Bosscha meninggal akibat penyakit tetanus yang dideritanya.

Para backpacker bisa mendapat cerita lebih lengkap mengenai pendiri perkebunan teh  pada Agustus 1896 dari penjaga makam yang akan dengan setia menceritakannya.  Bahkan konon, sering kali beberapa pengunjung mengalami kejadian mistis di makam tersebut.  Bahkan beberapa warga sekitar dan pekerja teh di perkebunan tersebut ada yang mempercayai kalau Bosscha yang terkenal baik hati itu masih mengawasi mereka.

Cerita mistis atau kisah-kisah menarik tentang Bosscha, baik yang berbau mistis atau cerita sejarahnya akan  menjadi  warna lain bagi para backpacker saat mengisi liburan di Pangalengan.

Makam Bosscha (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

Makam Bosscha (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

4. Rumah Adat Cikondang

Tempat yang tak boleh dilewatkan saat berwisata di Pangalengan adalah mendatangi rumah adat Cikondang. Ya, dengan mengunjungi tempat ini, kita akan mengenal keindahan alam dengan sejarah dan budaya asli yang tersisa di Pangalengan.  Rumah adat Cikondang sudah ada sejak lebih dari 200 tahun lalu. Atau sekitar tahun 1800-an.

Tidak ada yang tahu persis memang, bagaimana rumah adat dan perkampungan Cikondang berdiri. Hanya saja para sesepuh, atau kuncen dari tersebut bisa menjadi sumber referensi berdasarkan cerita turun-temurun.  Salah satunya, konon kampung ini merupakan tempat persembuyian para pejuang pribumi dari penjajahan Belanda. Namun tempat persembunyian tersebut diketahui, dan perkampungan yang konon sebelumnya terdapat 60 bangunan rumah tersebut di bumi hanguskan. Dan hanya satu bangunan yang disebut bumi adat lah yang masih tetap kokoh berdiri hingga kini.

Namun yang pasti dengan mengunjungi rumah adat Cikondang, kita bisa mendapat banyak manfaat. Backpacker menikmati keindahan alam, belajar sejarah dan mengetahui budaya masyarakat asli sekitar yang masih  bertahan hingga kini.

Rumah Adat Cikondang (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

Rumah Adat Cikondang (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

5. Air Panas Cibolang

Nah, seperti biasa para backpacker, kalau sudah berkeliling menikmati keindahan Pangalengan, tidak ada salahnya berelaksasi. Ada salah satu tempat yang paling pas untuk bersantai di Pangalengan, yaitu kolam air panas Cibolang.  Tempat ini tidak jauh dari perkebunan teh Malabar.

Sumber air Cibolang berasal dari Gunuh Windu yang berada di daerah tersebut. Kandungan belerang dari kolam air panas ini juga sering dijadikan tempat terapi untuk beberapa penyakit oleh penduduk sekitar atau para wisatawan. Terutama yang terserang penyakit rematik. Namun tidak jarang, mereka yang datang ke tempat ini hanya untuk relaksasi dengan berendam di kolam air panas ini.

Areal kawasan air panas Cibolang juga cukup nyaman, karena cukup luas mencapai 2 hektar. Pemandian air panas Cibolang ini memiliki beberapa jenis kolam yang bisa dinikmati para backpacker yang akan berelaksasi. Dari mulai kolam dengan kedalaman tertentu hingga kolam khusus anak-anak. Pokoknya, rasa lelah, dan penat setelah berkeliling Pangalengan bisa hilang dengan berelaksasi di kolam air panas Cibolang.

Air Panas Cibolang Pangalengan (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

Air Panas Cibolang Pangalengan (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

Catatan; Jangan lupa para backpacker juga bisa membawa oleh-oleh khas Pangalengan, yaitu berbagai macam camilan dengan bahan utama susu, seperti dodol susu, permen susu atau bahkan bisa langsung membawa susu sapi murni dengan mengunjungi langsung, koperasi peternak Bandung Selatan, sebagai produsen utama dari segala produk susu. (**)

Sumber : berbagai sumber, uniknya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 10 + 2 ?
Please leave these two fields as-is: