5 Tempat Peninggalan Ir. Soekarno di Bandung

By on September 25, 2014
tumb

Oleh: Bintang Mian

[UNIKNYA.COM]; Dalam tulisan terdahulu, uniknya.com mengulas peta perjalanan bagi backpacker untuk mendatangi objek wisata yang ada di Bandung Selatan, yaitu Ciwidey dan Pangalengan. Kali ini, kami akan mengulas beberapa objek wisata yang bisa didatangi para backpacker lainnya. Tapi bukan wisata alam, melainkan wisata sejarah. Dan tempatnya tidak jauh-jauh dari pusat Kota Bandung, yaitu mendatangi 5 tempat peninggalan Ir. Soekarno atau yang lebih familiar disebut Bung Karno, Presiden Pertama Republik Indonesia.

Untuk mendatangi 5 tempat bersejarah ini, backpacker tidak perlu susah-susah mencari peta. Dan yang pasti bisa didatangi dengan jalan kaki saja. Seperti biasa yang pertama adalah tiba di Kota Bandung. Yang paling mudah, kalau para backpacker berasal dari Pulau Jawa, lebih baik naik kereta. Karena tujuan berkeliling menikmati peninggalan Soekarna berada di pusat kota, dan berikut kelima tempatnya;

1. Sel Banceuy

Tempat pertama adalah Penjara Banceuy di Jalan Banceuy. JIka saja sobat backpacker tiba dengan menggunakan kereta di Stasiun Bandung, cukup dengan berjalan kaki saja. Kurang lebih hanya 2 kilometer dari Stasiun Bandung, dengan menyusuri Jalan Otoiskandardinata menuju arah selatan. Karena arah kendaraan satu jalur jadi sangat mudah, backpacker mengikuti arah kendaraan di jalan tersebut.

Dan yang paling mudah menemukan pusat perbelanjaan Pasar Baru. Walaupun namanya pasar, tapi menjadi tempat paling diminati para pelancong dari Malaysia saat singgah di Bandung. Nah, kalau sudah ketemu pintu utama Pasar Baru, backpacker tingga menyebrang jalan, karena Jalan Banceuy tepat berada di depan pintu utama.

Kurang lebih 500 meter, backpacker akan berada di ujung Jalan Bancey dan berhadapan dengan ruko Banceuy. Di himpitan Ruko Banceuy tersebutlah, sel berukuran 2×5 meter tempat dipenjaranya Bapak Bangsa kita. Kini Penjara Banceuy lebih terawat, setelah pihak Pemkot Bandung merawatnya. Sayangnya lingkungan sekitar di kawasan ruko yang membuat kesan kita tidak menghargai sejarah.

Sel Banceuy

Sel Banceuy (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

Oh ya, kalau backpacker yang datang dengan menggunakan bus dan tiba di Terminal Cicaheum atau Terminal Leuwipanjang juga tidak perlu bingung, karena bus damri langsung mengantar kita ke tempat tujuan. Karena semua bus damri melintas ke depan Penjara Banceuy. Dan kabar baiknya ongkosnya pas dikantong.

Lantas ada apa saja di Penjara Banceuy? Selain bangunan berupa sel, kini kita bisa melihat sisa-sisa perjalanan Soekarno. Di penjara tersebut dihiasi kalimat ungkapan Bung Karno, “Koe Korbankan Dirikoe di Penjara Ini Demi Bangsa dan Negaraku Indonesia”. Replika Bendera Merah-Putih juga tertancap dalam tiang di depan penjara.

Gambar Soekarno dalam ukuran besar untuk mengingat jasanya juga terpampang di dinding bersama ukiran Garuda dan teks Pancasila. Bentuk penjara yang masih utuh seperti saat Bung Karno di tahan Pemerintah Belanda ini juga tetap dengan pintu besi hitam  lengkap dengan kuncinya.

Dihadapan ruang penjara terdapat tugu batu dalam satu kotak yang dipagari. Tubu batu tersebut bekas kamar mandi Bung Karno. Di penjara yang dulu bernomor lima dan dipakai Bung Karno pada tahun 1929 hingga 1930 itu juga terdapat satu buah meja memanjang dibalut kain hijau.

2.Gedung Indonesia Menggugat (Landraard)

Tempat peninggalan Bung Karno selanjutnya masih berhubungan dengan penjara Banceuy, yaitu Gedung Indonesia Menggugat. Gedung ini tempat Bung Karno membacakan pledoi atau pembelaan dalam sebuah sidang atas tuduhan pemerintah Belanda yang menggap sudah membahayakan negara.

Bangunan ini berdiri pada 1906, namun masih digunakan sebagai rumah tinggal. Dan sejak 1971 bangunan yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan tersebut menjadi Gedung Pengadilan Belanda atau Landraad.

Gedung Indonesia Menggugat /Landraard

Gedung Indonesia Menggugat / Landraard (sumber : wordpress.com, uniknya.com)

Gedung ini akhirnya dinamai Indonesia Menggugat sesuai dengan judul pledoi yang ditulis Bung Karno pada persidangan 18 Agustus hingga 22 Desember 1930. Pledoi yang dibacakan Bung Karno disusun di Penjara Banceuy, tempat pertama yang backpacker kunjungi. Di Gedung Indonesia Menggugat, backpacker juga bisa membaca isi pledoi yang dibuat Bung Karno.

Apalagi kini Gedung Indonesia Menggugat di kelola lebih profesional. Backpacker gak akan dibuat bosan. Apalagi di akhir pekan, sering kali Gedung Indonesia Menggugat menggelar acara yang diadakan komunitas. Baik itu yang berkaitan dengan sejarah, musik atau hiburan lainnya, seperti berkumpulnya para seniman dan penyair dari Bandung, lewat pembacaan puisi atau bedah buku.

3.Rumah Inggit Garnasih

Sebenarnya tempat yang akan kita datangi berikutnya, yaitu Rumah Inggit Garnasih lebih pas di datangi paling akhir, lantaran posisinya agak jauh dari Gedung Indonesia Menggugat. Tapi tetap saja terasa lebih pas jika sobat backpacker tidak mau cerita perjalanan Bung Karno dari Penjara Banceuy dan Gedung Indonesia Menggugat terputus.

Rumah yang akan didatangi juga masih sangat erat kaitannya dengan Penjara Banceuy dan Indonesia Menggugat, karena selama di penjara dan menjalani sidang di Landraad, Inggit Garnasih merupakan pendamping setia Bung Karno. Bahkan di Rumah Inggit Garnasih pula awal Bung Karno harus berada di balik terali besi.

Rumah Inggit Garnasih

Rumah Inggit Garnasih (Sumber : wordpress.com)

Rumah Inggit Garnasih berada di Jalan Ciateul No.8. Namun pada November 1997 nama jalan diganti menjadi Inggit Garnasih sebagai wujud penghargaan pada wanita yang pernah pernah mendapat Tanda Penghormatan “Bintang Mahaputera Utama”.

Di rumah ini, Bung Karno bukan hanya sebatas tinggal, tapi juga sebagai tempat awal berdirinya partai politik tertua di Indonesia yaitu Partai Nasional Indonesia. Karena PNI dianggap bisa mengganggu keamanan negara, Bung Karno pun di penjara.

Di dalam rumah bersejarah ini sobat backpacker masih bisa melihat beberapa memorabilia saat Bung Karno tinggal bersama Inggit Garnasih. Backpacker juga bisa mendapat informasi lengkap cerita Bung Karno saat pertama datang ke Bandung, sekolah di ITB, menikah dengan Inggit Garnasih hingga menjadi presiden.

Hampir lupa, untuk tiba di Rumah Inggit Garnasih dari Gedung Indonesia Menggugat, backpacker bisa menggunakan bus damri dengan tujuan Terminal Leuwipanjang dan turun di persimpangan Jalan Otoiskandardinata-Jalan Inggit Garnasih. Cukup jalan tidak lebih dari lima menit, backpacker sudah berada di hadapan rumah bersejarah itu.

4.Sel Bung Karno di Lapas Sukamiskin

Tempat peninggalan Bung Karno yang akan dikunjungi juga masih ada kaitannya dengan tiga tempat di atas. Tempat tersebut sebuah sel di Lapas Sukamiskin dimana Bung Karno menjalani masa tahanan setelah putusan pengadilan di Gedung Indonesia menggugat menyatakan bapak prokmalator kita bersalah.

Sel Bung Karno di Lapas Sukamiskin

Sel Bung Karno di Lapas Sukamiskin (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

Di sel nomor 223 yang terletak di Blok Timur Lantai II tersebut Bung Karno menjalani masa tahanan sejak Desember 1930 hingga Desember 1931. Di dalam sel berukuran 2.5×3.2 meter tersebut masih tersimpan tempat tidur beralaskan besi, sebuah meja tulis, lemari dan kursi kayu,  serta tempat cuci tangan yang digaunakan Bung Karno.

Sayangnya tidak ada hasil karya Bung Karno yang dibuat selama menjalani tahanan di Lapas Sukamiskin tersimpan. Namun di tempat inilah akhir cerita panjang Bung Karno menjalani tahanan terkait partai PNI yang dianggap pemerintah Belanda sebagai sebuah pelanggaran.

Untuk bisa tiba di Lapas Sukamiskin, bagi para backpaker harus sedikit berjuang. Jika sudah berada di pusat Kota Bandung, karena sebelumnya menjelajahi sel di Lapas Banceuy, Gedung Indonesia Menggugat dan Rumah Inggit Garnasih, backpacker bisa menggunakan angkutan kota atau bus damri menuju Terminal Cicaheum. Dari terminal ini sebenarnya jaraknya cukup dekat dan bisa menggunakan angkot trayek Cibiru atau Cileunyi. Kita dengan mudah menemukannya karena bangunan Lapas Sukamiskin terlihat di pinggir jalan utama. Oh, iya, rata-rata ongkos menggunakan armada tidak lebih dari 5 ribu rupiah.

5.Gedung Merdeka

Terakhir, tempat peninggalan Bung Karno berikutnya adalah Gedung Merdeka. Tapi kita harus kembali ke pusat kota. Ya, tidak apa-apa, karena backpacker lebih baik bermalam di pusat kota. Dan yang lebih menyenangkan, menuju Gedung Merdeka juga sangat mudah, menggunakan bus damri dari Terminal Cicaheum menuju Cibeureum. Tidak perlu bingung, lantaran backpacker akan berhenti tepat di depan Gedung Merdeka.

Gedung Merdeka

Gedung Merdeka (Sumber : wordpress.com, uniknya.com)

Di gedung yang  hanya berjarak 50 meter dari Alun-alun Bandung ini, pernah digelar Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada tahun 1955 di mana Bung Karno sebagao pengagasnya.  Setelah digelarnya (KAA), nama Indonesia semakin besar dimata dunia. Apalagi KAA yang menghasilkan Dasasila Bandung merupakan cikal bakal gerakan non-blok. Kini sejarah KAA bisa dilihat di Museum KAA yang berada di sebelah Gedung Merdeka. Di museum KAA, semua perjalanan konferensi terdokumentasikan dengan baik.

Dari Gedung Merdeka dan Museum KAA, akan banyak fakta sejarah yang bisa didapat. Dan yang utama lebih mengenal Bung Karno sebagai Bapak Bangsa yang sangat disegani dunia. Dan KAA sebagai salah satu pemikiran briliannya. (**)

Sumber : Berbagai sumber, uniknya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 8 + 10 ?
Please leave these two fields as-is: