5 Wisata Terbaik di Provinsi Berjuluk “Serambi Makkah” (Bag I)

By on September 29, 2014
Sumber; Blogspot.com

[UNIKNYA.COM]: Aceh merupakan provinsi yang berada di ujung utara pulau Sumatra dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia. Aceh juga memiliki banyak sumber daya alam yang melimpah, khususnya dalam hal wisata yang dapat dikunjungi. Sebagian besar wilayah Aceh masih banyak ditemui hutan hijau, dengan flora dan fauna yang beragam, tidak hanya itu saja banyak juga bangunan-bangunan yang bersejarah peninggalan kerajaan Samudra Pasai dan kesultanan Aceh pada masa lampau. Sayang rasanya bila sobat uniknya melewatkan berlibur di provinsi berjuluk Serambi Mekkah ini bersama keluarga ataupun sahabat. Berikut adalah  5 Wisata Aceh yang Sayang Untuk Dilewatkan (Bag I) :

1. Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman merupakan sebuah masjid yang berada di pusat Banda Aceh. Masjid ini dahulunya merupakan masjid kesultanan Aceh. Sewaktu Belanda menyerang kota Banda Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar. Kemudian pada tahun 1875 Belanda membangun kembali sebuah masjid sebagai penggantinya. Masjid yang menepati area kurang lebih empat hektar ini berarsitektur indah dan unik, dengan memilki tujuh kubah, empat menara, dan satu menara induk. Ruangan dalam berlantai marmer buatan Italia, luasnya mencapai 4.750 m2 dan dapat menampung hingga 9.000 jamaah. Di halaman depan masjid terdapat sebuah kolam besar, rerumputan yang tertata dengan baik dengan tanaman hias dan pohon kelapa. Meski pada 26 Desember 2014 masjid ini terkena dahyatnya gelombang Tsunami, namun masjid ini masih berdiri dengan kokoh dan menjadi tempat meletakan ribuan mayat Tsunami pada waktu itu. Hingga kini masjid ini menjadi bangunan menomental ikon masyarakat aceh hingga sekarang.

Untuk menuju lokasi masjid raya Baiturrahman tidaklah sulit karena dipusat kota Banda Aceh, yang dapat diaskes dengan becak motor dan labi-labi (kendaraan khas daerah Aceh).

Sumber: wordpress.com

Sumber: wordpress.com

2. Taman Putroe Phang

Taman Putroe Phang (Taman Putri Pahang) adalah taman yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636) untuk permaisurinya Putroe Phang yang berasal dari Kerajaan Pahang. Taman ini dibangun karena sultan sangat mencintai Putri Pahang dan agar sang permaisuri tidak kesepian bila di tinggal sultan menjalankan pemerintahan.

Pembangunan taman dikisahkan merupakan permintaan dari Putroe Phang, putri raja yang dibawa ke Aceh oleh Sultan Iskandar Muda setelah kerajaan Pahang ditaklukan.

Di dalam taman ini terdapat Pinto Khop yaitu gerbang kecil berbentuk kubah yang merupakan pintu yang menghubungkan taman dengan istana. Pinto Khop ini merupakan tempat beristirahat Putri Phang, setelah lelah berenang, letaknya tidak jauh dari Gunongan, di sanalah dayang-dayang membasuh rambut sang permaisuri. Di sana juga terdapat kolam untuk sang permaisuri keramas dan mandi bunga.

Lokasi masih di pusat kota, sehingga mudah untuk ditemukan. Bagi Anda yang menggunakan kendaraan pribadi tidaklah sulit menemukan taman Putroe Phang, sedangkan bagi Anda yang menggunakan kendaraan umum kami sarankan untuk mencoba kendaraan becak motor yang selalu siap mengantarkan ke tempat terpenting yang bersejarah di Aceh.

Taman Putroe Phang (sumber: Blogspot.com)

Taman Putroe Phang (sumber: Blogspot.com)

3. Museum Ali Hasjmy

Salah satu tempat yang wajib dikunjungi adalah museum Ali Hasjmy. Ali Hasjmy dulu merupakan seorang ulama, sastrawan, budayawan dan juga politikus terkenal yang berasal dari aceh. Dia Juga pernah menjabat sebagai gubernur Aceh dan Rektor IAIN Jami’ah Ar-Raniry Darussalam, Banda Aceh. Beliau juga pernah menjabat sebagai anggota dewan ICMI (IKatan Cendekiawan Muslim Indonesia) Pusat. Sebagai bentuk apresiasi dirinya terhadap perkembangan keilmuan, beliau mendirikan sebuah yayasan pendidikan Ali Hasjmy pada tahun 1989. Pada tahun 1990 beliau mewakafkan kepada Yayasan berupa tanah seluas hamper 3000 m2 , buku-buku lebih dari 15.000 jilid, naskah-naskah kuno, albumn-album foto bernilai sejarah dan budaya, dan masih banyak lagi benda yang memiliki nilai sejarah. Dan semua barang itu kini dijadikan koleksi Perpustakaan dan Museum Yayasan pendidikan Ali Hasjmy. Pada tanggal 15 Januari 1991, perpustakaan dan museum diresmikan oleh Prof.Dr. Emil Salim, yang kala itu menjabat sebagai Menteri Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup pada saat itu.

Bagi Anda yang ingin berkunjung, museum ini berada di jalan Jenderal Sudirman No.20 Banda Aceh, yang dapat dijangkau dengan kendaraan apa saja.

Taman Putroe Phang Sumber: Blogspot.com

Museum Ali Hasjmy (Sumber: Blogspot.com)

4. Ie Seuum

Ie Seuum ( Sumber Air Panas Alami ) ini terletak di kaki gunung Seulawah sekitar 38 km dari Banda Aceh, di Desa Ie Seuum Raya, Kecamatan Mesjid Raya Kab. Aceh Besar. Untuk bisa mencapai tempat ini, Anda dapat melewati jalur Banda Aceh Krueng Raya terus menuju arah Lam Teuba atau melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, kira-kira sekitar 8 km.

Aceh memiliki kekayaan sumber alam seperti minyak bumi dan gas alam. Di antaranya yaitu sumber air panas yang terkenal dengan sebutan ie suum. Untuk menuju kesana Anda dapat menggunakan mobil pribadi atau kendaraan umum. Sumber air panas ( ie seuum ) ini mempunyai kira-kira 85 derajat Celcius, mempunyai 4 sumber mata air dan memiliki volume air yang cukup besar.

Pengunjung pada umumnya datang dari sekitar kota Banda Aceh dan kab. Aceh Besar. Ada beberapa motivasi untuk berwisata di ie seuum ( sumber air panas ) ini diantaranya air panas bumi yang mengandung belerang dan mineral lainnya yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit dan terutama sangat bagus untuk penyembuhan berbagai macam penyakit kulit.

Bagi yang sedang berwisata di daerah Banda Aceh, jangan lewatkan untuk mengunjungi obyek wisata ie seuum ( sumber air panas ) ini. Tempat ini terletak di kaki gunung Seulawah sekitar 38 km dari Banda Aceh. Untuk dapat mencapai tempat ini Anda dapat melewati jalur Banda Aceh Krueng Raya terus menuju arah Lam Teuba atau melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, kira-kira 8 km.

Ie Seuum (Sumber: WordPress.com)

Ie Seuum (Sumber: WordPress.com)

5. Taman Nasional Gunung Leuser

Taman Nasional Gunung Leuser biasa disingkat TNGL adalah salah satu Kawasan Pelestarian Alam di Indonesia seluas 1.094.692 Hektar yang secara administrasi pemerintahan terletak di dua Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Provinsi Aceh yang terdeliniasi TNGL meliputi Kabupaten Aceh Barat Daya,Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, sedangkan Provinsi Sumatera Utara yang terdeliniasi TNGL meliputi Kabupaten Dairi, Karo dan Langkat.

Taman nasional ini mengambil nama dari Gunung Leuser yang menjulang tinggi dengan ketinggian 3404 meter di atas permukaan laut di Aceh. Taman nasional ini meliputi ekosistem asli dari pantai sampai pegunungan tinggi yang diliputi oleh hutan lebat khas hujan tropis, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya,pariwisata, dan rekreasi.

Untuk mencapai lokasi wisata ini dapat melalui rute Medan, Sumatra Utara menuju Kutacane, Aceh Tenggara (yang berjarak kurang lebih 240 km) dengan waktu tempuh kurang lebih delapan jam berkendaraan mobil. Lalu dari Kutacana untuk menuju lokasi wisata Gurah atau Ketambe membutuhkan waktu sekitar 30 menit berkendaraan mobil denag jarak perjalanan lebih kurang 35 km. Jika Anda ingin berkunjung di kawasan TNGL di Tapaktuan, Ibu Kota Aceh Selatan dapat juga ditempuh dari medan sekitar 10 jam perjalanan dengan menggunakan mobil dengan jarak tempuh kurang lebih 260 km. (oleh: Rudi R)

(sumber: Wordpres.com)

Taman Nasional Gunung Leuser (sumber: Wordpres.com)

 Sumber: Wikipedia.com, uniknya.com, 2014

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 5 + 11 ?
Please leave these two fields as-is: